SPSS (2), 9 Jan 2010: Edisi Nglanggeran


SPSS ( 2 ) 9/01/10, Sabtu Pagi Sepeda Santai Edisi Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kec. Pathuk, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta memang lebih tepat kalau diplesetkan sama mba Tiwi menjadi “Sabtu Pagi Sepeda Sakkemenge”. Bagaimana ga kemeng, sepanjang trek jalan yang kami lewati penuh dengan tanjakan melewati rute Pathuk-> Nglanggeran-> TanahAbang-> Wukirharjo-> Jogja. Dengkul sudah diuji ketahanannya melewati tanjakan yang bertubi-tubi. Diawali dari Bukit Pathuk, Tanjakan yang curam menyapa kami untuk memompa adrenalin. Terutama bagi saya yang sejatinya dengkulnya settingan SeLi (baca: Sepeda Lipat) harus mengalami beberapa kali kram dan terpaksa sepedaku harus di Tandem dengan sepeda Om Bayu. Mengutip dari note mba danindomilezat tentang ‘cerita dibalik sepeda tandem..‘ >

Ini dia fitur om Bayu yang ditunggu-tunggu: TALI TAMBANG! :D TANDEM (mode on)

Ditandem???? Sepertinya sebagian besar orang akan menertawakan dan senyum-senyum saat melihat seutas tali rafia atau tambang mengikat dua sepeda saling berurutan. Layaknya truk gandeng, sepeda yang di depan punya beban menarik sepeda di belak angnya dengan kekuatan motor dengkulnya. Saya sendiri sudah mengalami tandeman sejak saya mengenal sang suhu tandem Om bayu sekar jagad.

Ini merupakan SPSS terpaling: peserta terbanyak 19 orang= 4 cewek-15 cowok, rute paling menantang, dokumentasi terbanyak *seneng* (2 kamera pocket 3 kamera DSLR— sehingga bakat narsis para banci kamera tersalurkan), tergokil dan terseruuuuuuuuuuuuuu…….. berikut kata mba tiwi yang aktif mengikuti SPSS tiap hari Sabtu ini. Dan ini adalah kedua kalinya saya mengikuti SPSS.

Start berangkat dari kost tepat jam 4.45 pagi, saya menunggu Wijna teman sejawat dalam sepedaan di Jl. Kusumanegara karena saya begitu ‘buta jalan’ jadi sangat penting mengunggu teman sebagai arah penunjuk jalan agar tidak tersesat. Selanjutnya kita menuju tempat kumpul yang sudah disepakati di Ringroad Jl. Wonosari. Kurang lebih 20 menit kita sampai dan sudah ada beberapa yang sudah berkumpul disitu sambil mengunggu teman yang lain. Sebelum naik ngecek kelaikan sepeda dulu-mengingat medan yang akan ditempun jalan tanjakan dan penuh liku..(weks… kayak  opo wae..)


Baru sampai Tanjakan Pathuk saya sudah mulai kewalahan, dengan minim pengalaman dan teknik olah nafas serta oper gigi ditambah lagi stamina yang kurang mendukung semalam sebelumnya sempat begadang dan pas berangkat tidak sarapan sama sekali  (la iya mau sarapan gimana?? jam 5 pagi buta mana ada warung nasi yang buka?). Lengkap sudahlah… akhirnya ga kuat sempet mau pingsan, perut rasanya seperti dikocok2, dipaksa mengerahkan sekuat tenaga untuk menggenjot pedal. Akhirnya tak kuat juga dengan muka pucat pasi … ku merapatkan sepeda dipingir jalan dan bersandar dipembatas jalan. Om Bayu yang sedari tadi setia mengawal rombongan dari belakang dengan sigap menawarkan buah pisang untuk sekedar mengganjal perut. Bukannya tambah sembuh akhirnya malah mutah2 (efek dari begadang dan bau buah duren yang sedikit menyengat disepanjang perjalanan membuatku ‘klenger’).

Setelah menempuh perjalanan penuh liku dan penuh tanjakan akhirnya kita mencapai puncak tujuan EKOWISATA GUNUNG MERAPI PURBA NGLANGGERAN. Istirahat sejenak…eh, bukan Narsis sejenak :p untuk sekedar melepas lelah dengan berkelakar menghilangkan rasa penat setelah tenaga habis terkuras.

~ Narsis  sebagai obat paling mujarab menghilangkan lelah, setelah lelah mengerahkan motor dengkul.~.

Thankiu Om Yo, Mas Dhani, Wijna yang setia menampung bakat narsis kita-kita :p (kok mendadak jadi banci kamera semua  ya??wekz).

Melihat sikon mendukung pipink ngajak untuk ganti Kaos dengan kaos SPSS yang telah dibagikan diawal keberangkatan kami “I Like Ride Bike In Jogja”….set!!! sekejap kita sudah berubah memakai uniform kami.

Tenaga terkumpul, kita langsung putar arah untuk mencapai puncak bukit. Jalanan awalnya terlihat mulus adrenalin terpacu untuk tetep genjot motor dengkul tapi tiba-tiba……(Gubrak!!!!). Mas Dhani tergelincir karena medan yang licin penuh lumut. Finnaly kami memutuskan TTB (Tuntun-Tuntun-Buuu…), kami semua mawasdiri (bahasamu ki jeng… :p ). Untung saat kami tiba disitu tidak dalam keadaan hujan or gerimis jadi jalanan sedikit mendukung kami untuk mencapai puncak. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kami harus ‘menggendong’ sepeda masing-masing kalau pada saat itu hujan.

Sampai dibukit pertama (tanya: emangnya ada berapa bukit? Jawab: Ratusan…..!) Sepada tidak bisa dibawa terlalu jauh. Jadi kami memutuskan untuk memarkir disitu. Sure, dengan digembok! Speda mahal2 booo…. Selanjutkan kita melanjutkan petualangan kami dengan gaya ‘ala pemanjat tebing’ merayap.  Wuaha…. Istirahat sejenak = Narsis. Photographer dengan segala perlengkapannya siap mengabadikan gaya kami yang norak-norak abis.

Melihat dari bukit itu, ada bukit yang lebih tinggi diatasnya dengan pohon jambu mete yang eksotik (kelihatan Cuma hanya 1 pohon menyembul diantara karang-karang bukit gitu..) kita tergugah untuk mencapai kesana. Medannya lebih berat, kami harus menyusuri jalan setapak diantar bukit-bukit yang menjulang. Beberapa kali harus berhenti untuk mengatur napas tapi saya tidak mau menyerah, tetep berjuang meskipun akhirnya kedua kakiku kram (halah!). Finnaly, Terpaksa duduk menyelonjorkan kaki dibantu mba dani —thankiu mba dani… dah mijit2 kakiku yg kram, and sorry when I was suddenly screaming your nickname instantly when wijna call you “DANINDOMIELEZAT!!” (ciaaah…. Latah Mode On)

Tapi semua itu terbayar sudah, setelah kita sampai dipuncak bukit. Pemandangan menakjubkan terlihat dari atas bukit, hamparan pepohonan hijau, langit yang keabu-abuan karena cuaca mendung menambah eksotik pemandangan, bukit-bukit karang yang menjulang, serta pohon-pohon jambu mete yang tumbuh liar disekitar bukit.  Dengan terkapar, kaki selonjor  ku hendak berkata “Hidup Gowes, Hidup Narsis??”

So what will you say? Masih tidak suka sepedaan? Ah… Rugi!

  1. #1 by mawi wijna on January 13, 2010 - 5:12 pm

    saya ndak pernah manggil Dani Indomielezat, panggilan “sayang” saya itu Mba Indomie atau Mba Indomie Goreng :D

    • #2 by uun on January 14, 2010 - 8:11 am

      lah kemarin tu? siapa yang teriak2 “Danindomielezat?” *jangan-jangan….hiey!”

  2. #4 by novi on January 14, 2010 - 7:32 pm

    jujur. setelah mengikuti fesbukmu membuat saya jadi suka sepedaan. karena ada cinlok juga didunia sepeda..

    jadi tertarik

    • #5 by uun on January 15, 2010 - 8:37 am

      (halah!) mung kuwi yang slalu motifasimu. dari jaman ndek mben cuillllikk.. sampek tuo tetep ngunu… (ra kacek!)

(will not be published)